Raja Napasang Pamuharaja Tuan Delimang

Raja Napasang - Pamuharaja - Tuan Delimang - atau Tuan Delimang - Pamuharaja - Raja Napasang atau Tuan Delimang - Raja Napasang - Pamuharaja, sangat membingungkan jika kita melihat beberapa silsilah atau tarombo toga manullang yang ada didunia maya ini, kenapa banyak versi yang muncul akan hal tersebut ?

Versi siapa yang jadi anak tertua - Siakangan ?
Ini salah satu keunikan dibatak dari banyak hal keunikan lain, karena setiap keturunan sudah pasti ada anak tertua dan ada anak bungsu, hal ini berpengaruh pada panggilan "tutur", tidak ada maksud apapun berdasarkan pengetahuan saya yg saya dapatkan dari orang tua dan ompung saya yg tinggal di Dolok Sanggul - Matiti. urutannya Raja Napasang - Pamuha Raja - Tuan Delimang. sedangkan versi yang berdar adalah kebalikannya.

Tarombo Toga Manullang Raja Napasang - Pamuharaj - Tuan Delimang, dari banyaknya versi yg beredar diperantauan.

saya sependapat dengan artikel dengan judul versi toga simanullang di situs : http://ridsman.multiply.com/ kutipannya sebagai berikut :

Pada saat ini terjadi kesimpangsiuran di Toga Simanullang yang dipicu oleh pihak-pihak yang ingin mengadudomba keturunan Lumban Ri, yaitu antara RajaNapasang dan Tuan Delimang.

Versi #1 yang beredar adalah

Beberapa Keturunan Simanullang khususnya yang berdomisili di perantauan Jakarta meyatakan bahwa Tuan Delimang adalah abang dari Rajanapasang dengan dalih bahwa Tuan Delimang yang memegang "Piso" dan "Panutuan" pusaka. Di satu sisi, keturunan Rajanapasang menyatakan bahwa Rajanapasang adalah putra sulung Toga Simanullang dan hal itu dibuktikan bahwa hampir di semua daerah di Bonapasogit, keturunan Rajanapasang selalu dipanggil abang oleh keturunan Simanullang yang lainnya baik dari keturunan Tuan Delimang maupun dari keturunan Pamuharaja sendiri.

Jika kita melihat tradisi bahwa "Piso" dan "Panutuan" adalah bagian tidak terpisahkan dari "rumah warisan" dan sudah umum di adat Batak bahwa anak bungsu akan menjadi pemilik warisan rumah beserta isinya sebagai warisan pusaka sedangkan abang-abangnya yang biasanya telah lebih dahulu menikah akan segera "manjae" (pisah rumah dan perabot) dari orang tuanya segera setelah menikah.

Dengan analisa di atas, bahwa alasan "Piso" dan "Panutuan" pusaka tidak cukup kuat dan tidak relevan untuk dijadikan acuan untuk menyatakan Tuan Delimang sebagai anak sulung bahkan dengan analisa di atas, posisi Tuan Delimang seharusnya adalah anak bungsu dari Toga Simanullang.

Versi lain menyebutkan bahwa

Toga Simanullang mempunyai 2 anak yang disebut sebagai kelompok Lumban Ri dan Lumban Naungkup. Lumban Ri memiliki 2 anak yaitu Rajanapasang dan Tuan Delimang sedangkan Lumban Naungkup memiliki 1 anak yaitu Pamuharaja.

Jika analisa ini yang digunakan, maka semua keturunan Pamuharaja (Lumban Naungkup) adalah adik dari keturunan Rajanapasang (Lumban Ri) dan Tuan Delimang (Lumban Ri). Artinya, sikap keturunan Pamuharaja di perantauan (khususnya jakarta) yang menyatakan bahwa mereka memiliki adik yaitu salah satu di antara 2 keturunan Lumban Ri adalah tidak relevan. Oleh karena itu, jika versi ini yang dipertahankan maka keturunan Rajanapasang dan Tuan Delimang harus satu suara untuk menghadapi keturunan Pamuharaja untuk menyatakan bahwa semua keturunan Lumban Ri baik Rajanapasang maupun Tuan delimang adalah abang dari keturunan Lumban naungkup, dalam hal ini keturunan Pamuharaja.


Kutipan Versi Toga Manullang diatas, seperti apa yg pernah orang tua dan ompung saya katakan.